PENTINGNYA
MENTAL HEALTH PADA GENERASI MUDA DI ERA PANDEMI
Kita
mengetahui bahwa disetiap jiwa individu mempunyai nyali atau mental yang
berbeda beda. Secara umum pengertian mental sebagai berikut Menurut Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana
setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat
mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan
bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka. Sering
kali, istilah kesehatan mental secara keliru digunakan sebagai ungkapan
pengganti untuk masalah kesehatan mental – yang terkait dengan depresi,
gangguan kecemasan, skizofrenia, dan lain-lain - padahal sebenarnya kesehatan
mental tidak sama dengan masalah kesehatan mental. Masa muda adalah masa
cemerlang dan masa emas di kehidupan ini oleh karena itu kita sebagai generasi
muda harus mempunyai kesehatan mental yang agar nantinya dapat menggantikan
para tetua kita terdahulu. Kesehatan mental sangat berpengaruh di semua
kegiatan kita nantinya karena kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus
pandai bersuara dan tidak gampang minder didepan para publik, oleh karena itu
kesehatan mental perlu dijaga agar nantinya dapat berguna bagi diri sendiri dan
masyarakat sekitar. Apalagi di era pandemi seperti sekarang ini, mantal kita
harus kuat sekuat baja, dikarenakan saat terjadi pandemi ini kita diharus stay
at home, tentunya bagi sebagian generasi muda akan merasa bosan dan bisa
depresi karena pada dasarnya masa muda adalah masa yang paling prima didalam
hidup kita.
Tantangan
baru, baru kita alami yaitu wabah besar yang akhirnya WHO menetapkan sebagai
pandemi, yaitu virus korona, gen z dituntut turut andil dalam menyikapi babak
baru pada era abad ke 21 ini, generasi muda harus berpikir secara
kritis,inovatif dan solutif dalam menyikapi bencana non alam ini. Dengan
diawali dengan manjaga kesehatan metal yang ada di dalam dirinya masing masing,
menurut saya kesehtan mental ini sangat penting gunanya, karena didalamnya
terdapat suatu pemikiran pemikiran yang berdampak pada hasil pemikiran itu
sendiri. Generasi muda khusunya mahasiswa harus bisa menjadi agen of change
atau pembawa perubahan ke arah yang baik dalam lingkup kecil lingkungnnya terlebih
dahulu, jika sudah bisa membawa arah perubahan yang baik di lingkungannya
sendiri barulah generasi muda atau mahasiswa tersebut dapat menjadi agen
perubahan yang lebih baik bagi masyarakat luas. Tentunya pola pikir para gen z
ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktor yang menonjol
adalah keadaan mental atau kesehtan mental seorang generasi metal tersebut.
Kesehatan mental harus tetap dijaga agar khusunya generasi muda dapat berpikir
secara kritis dan rasional. Pola pikir yang kritis dan rasional ini diharapkan
ada pada generasi muda agar mereka para generasi muda mengembangkan inovasi dan
ide ide kreatif mereka untuk bangsa ini sehingga Indonesia dapat bersaing pesat
di dunia. Mewabahnya virus COVID-19 ini memicu semua kalangan untuk berpikir
menghadapinya. Mental health atau kesehtan mental menjadi aspek penting yang
harus terus dijaga dan dikembangkan. Berikut beberapa kiat untuk menumbuhkan
kesehetan mental :
1. Pergi Keluar
Meskipun hanya 10 menit dalam
sehari, luangkanlah waktu untuk duduk atau berjalan di ruang terbuka. Sebaiknya
yang dikelilingi pepohonan dan udara segar. Hal ini secara instan akan
mengangkat sedikit banyak tingkat stress dalam pikiran dan mengisi kembali
energi dalam tubuh.
2. Olahraga
Tubuh adalah penggerak segala
aktivitas Anda. Jika tidak dirawat kesehatannya atau menurun kondisinya,
penyakit akan mudah menyerang. Alhasil aktivitas tehambat dan memperngaruhi
performa kerja. Selalu luangkan waktu untuk berolahraga, makan makanan yang
sehat agar berkarya dalam kehidupan ini semakin prima.
3. Meditasi
Kemajuan yang dialami seseorang
selalu datang dan dimulai dari diri sendiri. Segala hal negatif yang ada di
sekitar kita jangan sampai merusak kesehatan mental secara perlahan. Luangkan
waktu untuk diri sendiri dengan cara meditasi. 30 menit dalam sehari adalah
waktu ideal, terutama sebelum tidur. Jika hal tersebut terasa terlalu banyak
menyita waktu Anda, dua menit sehari juga cukup.
4. Senyum
Meskipun terdengar klise, tapi
senyuman selalu dapat mengubah dunia menjadi lebih positif. Tak hanya baik
untuk diri sendiri, namun juga orang lain. Lupakan anggapan miring tentang
memberikan senyum kepada orang lain dan rasakan manfaatnya menularkan aura
positif kepada orang lain untuk diri sendiri. Senyum yang tulus datang dari
dalam hati dan jika masih terasa kaku, latihlah di depan cermin.
5. Menyapa Orang
Terdengar sepele, namun menyapa
banyak orang dengan sapaan standar seperti ‘Selamat Pagi’ akan meningkatkan
kepercayaan diri sekaligus meningkatkan aspek sosial. Keluarlah dari zona
nyaman yang selalu berdiam diri dan menunggu disapa orang lain terlebih dahulu
karena gengsi, dan cobalah untuk menyapa ramah orang lain. Jika respon orang
lain negatif, itu urusan mereka yang berperilaku negatif. Tetaplah menjadi
orang yang positif.
6. Jujur
Saat seseorang berbohong, perlahan
ia merusak stabilitas emosi diri sendiri dan membentuk sebuah pola mental yang
sakit. Menjadi seorang yang jujur selalu dimulai dari diri sendiri, seperti
menentukan pilihan ataupun berinteraksi dengan orang terdekat.
7. Bersenang-senang
Carilah hobi positif yang bisa
membuat Anda bahagia dan terus bahagia. Sesederhana memilih olahraga yang
paling digemari, hobi yang membuat Anda melupakan segala kepenatan, hingga
kebiasaan saat masih kanak-kanak yang tak lagi dilupakan seiring tumbuh dewasa.
Jangan malu untuk tertawa lepas, melakukan kesalahan hingga bersikap kekanakan.
Tak ada manusia yang sempurna dan semua orang hanya ingin hidup damai dan
bahagia.
Kesimpulan
Kesehatan mental memang sangat diperlukan
untuk mengontrol pola pikir yang sehat. Pola pikir dan kesehatan mental yang
sehat tidak hanya diterapkan pasa saat masa pendemi seperti ini tetapi tetap
harus dijaga secara berkelanjutan agar dapat berguna secara maksimal.
Daftar pustaka
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170516113703-255-215154/8-cara-mudah-menjaga-kesehatan-mental-agar-tak-mudah-stress
Komentar
Posting Komentar